Selasa, 21 April 2009

Tips Memilih Mainan yang Mencerdaskan Anak

Lalu, bagaimana memilih mainan anak yang aman dan bermanfaat untuk anak Anda yang masih berusia di bawah 3 tahun?
Menurut DR Reni Akbar Hawadi, Psi, dosen psikologi pendidikan Fakultas Psikologi UI, seperti yang dikutip dari situs Ibu Anak, yang terpenting dalam memilih mainan untuk batita adalah yang dapat merangsang semua pancainderanya. Makin banyak pancaindera yang digunakan, maka sel-sel otak anak akan berkembang pertumbuhannya secara pesat, baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitasnya.
à Dapat Dilihat
Perkenalkan mainan yang dapat dilihat terlebih dulu. Misalnya, belikan mainan yang dapat digantung di atas boks tempat tidur si kecil. Sejajarkan arah mainan tersebut dengan mata si kecil. Dengan demikian, ia dapat memerhatikannya dengan baik.
à Perkenalkan Suara
Setelah itu, cobalah memperkenalkan suara pada si kecil. Apakah itu suara berbagai binatang, suara kendaraan, suara air, dan lainnya yang dapat mengundang perhatian anak di bawah tiga tahun. Dengan mendengarkan berbagai suara, pendengaran si kecil distimulasi untuk mengingat berbagai jenis suara itu. Selain itu, ia juga akan mengingat dari mana suara itu berasal sehingga ketika diperdengarkan kembali, ia akan berlatih untuk mengerti berbagai jenis suara.
à Kenalkan Langsung Bendanya
Seiring dengan pemberian mainan si kecil, Anda juga dapat memperkenalkan apa dan siapa saja yang dipandang si kecil tersebut. Pada tahapan usia ini, otaknya yang sedang tumbuh itu mampu merekam apa saja. Untuk itu, si kecil harus diberikan pengenalan-pengenalan yang bermanfaat, misalnya dengan membawa dia ke luar rumah untuk mengenali berbagai hal yang tidak ada di dalam kamarnya. Kenalkan si kecil dengan mainan yang dilihat dan didengarnya selama ini, sehingga ia dapat mengetahui secara utuh.
à Jangan Dulu Mainan yang Dapat Dibongkar
Jangan belikan anak Anda mainan yang bagian-bagian kecilnya dapat dibongkar, karena jenis mainan ini sangat berisiko untuk ditelan. Di periode usia ini, buah hati Anda biasanya masih melakukan kebiasaannya, yaitu mengeksplorasi dengan cara membanting mainan atau memasukkan berbagai benda ke dalam mulut.
à Jangan Juga Jejali Mainan
Sebagai alat untuk bermain, pemilihan mainan dan materi bermain sangat penting agar manfaatnya optimal untuk pertumbuhan otak si kecil. Berikan mainan yang dapat memberikan kenikmatan bermain sekaligus manfaat belajar kepada si kecil, namun tak berarti ia dijejali mainan edukatif yang terlalu banyak. Karena mainan hanyalah salah satu faktor pendukung mengoptimalkan perkembangan otak anak.
à Kenalkan Konsep Dasar
Konsep dasar yang dimaksud adalah bentuk, warna, tekstur, dan ukuran mainan. Hal ini perlu dilakukan agar anak bisa mengenal dan mengembangkan kemampuan dasar seperti bentuk, warna, tekstur, dan besaran. Selain itu, mainan edukatif juga mampu melatih kerja saraf motorik halus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Anda Memberikan Komentar